MUARABUNGO - Warga Dusun Pelayangan dan warga Dusun Tanjung Balit, Kabupaten Bungo berdamai, Sabtu (30/5) di lokasi stock file PT KIM. Buntut terjadinya selisih paham antara kedua warga tersebut, Kamis kemarin.
Humas PT KIM. Edi menerangkan agar kejadian ini jangan sampai terulang lagi, “ kita berharap dengan perdamaian ini, selisih paham bisa diselesaikan," ujarnya.
Peristiwa antara kedua warga yang bertetangga ini, diduga gara-gara berebut jam kerja di stock file batu bara milik PT KUansing Inti Makmur (KIM). Kedua warga saling adu mulut hingga nyaris bentrok.
Masalah jam kerja ini sudah disepakati bahwa pekerjaan penutupan terpal truk pengangkut batu bara dilakukan secara bergantian oleh warga kedua dusun ini, namun komitmen ini di langgar.
Menurut Doni, salah salah seorang pekerja yang berasal dari dusun Tanjung Belit, yang seharusnya penutupan terpal dilakukan siang hari sedangkan malamnya giliran warga Dusun Pelayang.
Namun entah kenapa warga Pelayang yang berjumlah sekitar tujuh puluh orang itu mengiginkan agar pekerjaan itu dilakukan olehnya selama 24 jam. Kontan saja hal ini di tidak disetujui oleh warga dari Tanjung Belit yang saat itu jumlahnya hanya tiga puluh orang.
Merasa kurang puas, Kamis (28/05) sekitar pukul 22.00 WIB sebagian warga pelayang yang berjumlah puluhan orang dengan membawa kayu mengejar warga Tanjung Belit yang jumlah sedikit , terhadap warga Tanjung Belit merasa dirinya melawan dengan jumlah warganya tidak seimbang langsung saja berlari berhamburan dibarengi dengan teriakan memanggil warga Tanjung Belit lainya untuk kembali menghadang serangan Warga Pelayang tersebut.
Untung saja satuan Brimob Polda Jambi yang bertugas di lokasi stock File PT KIM, berhasil melerai kedua warga yang sudah siap saling menyerang. (infojambi.com/SEN)
Sumber : www.infojambi.com
0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !